Google YourIM in One

Sabtu, 06 Februari 2010


Pendahuluan


Apakah Anda menyadari keindahan-keindahan yang dipaparkan Al-Qur`an? Apakah Anda mempelajari fakta-fakta yang tertera dalam Al-Qur`an yang Allah turunkan kepada Anda sebagai pedoman hidup?

Al-Qur`an menjelaskan kepada kita tentang latar belakang kehadiran umat manusia di muka bumi dan bagaimana seharusnya mereka hidup, sehingga kehidupan itu sesuai dengan maksud penciptaan tersebut. Al-Qur`an menjelaskan kewajiban kita kepada Allah dan bagaimana kita akan diberi pahala sesuai dengan amal perbuatan kita. Al-Qur`an-Kitab yang Allah turunkan kepada hamba-hamba-Nya yang mengabdi dengan kasih sayang-menyeru kita pada keindahan, kebenaran, kesucian, dan kebahagiaan abadi. Kualitas kesempurnaan Al-Qur`an ini terdapat dalam banyak ayat,

"Sesungguhnya, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal. Al-Qur`an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (Yusuf [12]: 111)

"Kitab (Al-Qur`an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa." (al-Baqarah [2]: 2)

Al-Qur`an adalah kitab yang ditujukan kepada manusia di segala usia, sebuah kitab yang berisi semua subjek dasar yang dibutuhkan setiap orang sepanjang hidup mereka, lelaki atau perempuan. Bentuk-bentuk ibadah, pola pikir unik bagi setiap muslim, akhlaq terpuji, perilaku mulia yang harus tampak di wajah saat menghadapi setiap kejadian tak terduga atau pada saat-saat menghadapi kesulitan, pola hidup yang membimbing jiwa dan raga demi hidup sehat, peristiwa kematian, peristiwa di saat roh melalui hari perhitungan, lalu surga dan neraka menanti semua manusia, semua termaktub dalam kitab ini.

Sebagai sumber yang khas bagi semua jawaban dan penjelasan yang mungkin orang pertanyakan tentang keselamatan abadi, Al-Qur`an juga mengandung banyak isyarat dan peringatan penting bagi kehidupan manusia. Allah mengaitkan ciri Al-Qur`an ini dalam ayat,

"... Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur`an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (an-Nahl [16]: 89)

Sebaliknya, hanya mereka yang berimanlah yang hidup sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur`an. Karena itu, Al-Qur`an membimbing mereka dalam cahaya tuntunannya.

Allah menciptakan manusia dan menyampaikan-melalui Al-Qur`an-jalan keluar paling tepat serta semua bentuk informasi yang dibutuhkan untuk menjalani hidup dalam kebaikan kepada semua orang. Karena itu, bila menghadapi kesulitan, sungguh penting bagi mereka yang beriman untuk merujuk pada ayat-ayatnya dan penerapan atas tinjauannya. Tak soal apa latar belakang intelektualitas yang dimiliki seseorang, pengetahuannya tetap saja terbatas, sebab hanya Allah satu-satunya yang melebihi semua makhluk. Manusia dapat meraih ilmu pengetahuan hanya dengan perkenan dan kehendak Sang Maha Pencipta.

"Mereka menjawab, 'Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.'" (al-Baqarah [2]: 32)

Dengan mengacu pada ayat-ayat ini, mereka yang ingin menelusuri satu kehidupan nan indah di dunia hendaklah melekatkan diri pada prinsip-prinsip Al-Qur`an. Dengan berbuat demikian, mereka akan meraih "kearifan", satu kualitas yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang senantiasa ingat dan takut kepada Allah. Kearifan (kebijaksanaan) inilah yang memungkinkan mereka memperoleh kehidupan paling terhormat, merasakan bahagia dan damai, dan-yang paling penting-meraih tujuan mulia atas keberadaan mereka di bumi. Yang harus mereka lakukan adalah berserah diri kepada Allah dan Al-Qur`an; menekuni dan meneliti perintah-perintah dan nasihatnya, mencermati maksudnya, dan mengamalkannya.

Buku ini merupakan hasil renungan atas makna-makna yang terangkum dalam Al-Qur`an dan keindahan yang disajikan ke dalam kehidupan manusia. Ia hendak membantu para pembaca yang menekuni Al-Qur`an, sehingga mereka dapat meraih kehidupan yang sesungguhnya, yang sesuai dengan makna-makna hakiki yang terkandung dalam ajaran-ajaran itu.

Jumat, 05 Februari 2010

kata Bijak




Takut akan kegagalan seharusnya tidak menjadi alasan
untuk tidak mencoba sesuatu.

Kepemimpinan adalah Anda sendiri dan apa yang Anda
lakukan.


Kejujuran adalah batu penjuru dari segala kesuksesan,
Pengakuan adalah motivasi terkuat.

Bahkan kritik dapat membangun rasa percaya diri saat
"disisipkan" diantara pujian.


Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat
melakukannnya.

Ingatlah, semua ini diawali dengan seekor tikus,
Tanpa inspirasi.... kita akan binasa.


Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan
yang sangat buruk.

Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam
genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di
tangan orang banyak.


Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat.
Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.
Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika
kesempatan bertemu dengan kesiapan.


Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka;
namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu
tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak
melihat pintu lain yang telah terbuka.


Jangan biarkan jati diri menyatu dengan pekerjaan
Anda.

Jika pekerjaan Anda lenyap, jati diri Anda tidak akan
pernah hilang.


Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di
lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di
sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca.

Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan,
tetapi keikutsertaan ...

Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan
namun bagaimana bertanding dengan baik.


Kebahagiaan biasanya merupakan hasil dari sebuah
pengorbanan.

Sebelum tidur, bertanyalah, kebaikan apa yang sudah
kulakukan hari ini ?

Senin, 01 Februari 2010

curahkan hati anda kepada seseorang

Teruslah memperbaiki diri. Keunggulan diraih melalui sebuah pengembangan tiada henti. Reputasi dibangun dengan memberi arti pada tiap langkah yang anda tapaki. Karakter terpahat oleh tempaan kehidupan sehari-hari. Mungkin anda tidak mencapai akhir kesempurnaan. Namun, anda dapat menjadi sempurna untuk saat ini. Yaitu dengan mencurahkan seluruh karya anda sekuat tenaga dan sepenuh hati. Setiap detik adalah detik baru menuju penyempurnaan diri. Bila anda terus melaju di jalan ini, anda temukan yang terbaik dari diri anda dan dari mana pun anda berada. Saat anda menjadi sosok terbaik, anda dapat nikmati segenap kehidupan ini.
Sutra adalah kain terbaik yang ditenun manusia. Kelembutan dan ketinggian nilainya nyaris tak kenal pudar. Sutra baru dibiarkan tergerai menyelendang. Sedangkan yang lebih matang menjadi pakaian kehormatan. Bahkan sutra usang pun disimpan sebagai pelindung batu permata. Tak ada yang sirna begitu saja dari sesuatu yang berkualitas tinggi. Terbaik berarti terbaik di mana pun dan kapan pun. Kelembutan hati dan ketinggian budi adalah sutra yang dapat anda tenun sebagai pakaian kemuliaan diri.


Jika Kamu Berbuat Baik (Berarti) kamu Berbuat Baik Bagi Dirimu Sendiri Dan Jika Kamu Berbuat Jahat Maka (Kejahatan) Itu Bagi Dirimu Sendiri


Buatmu Ibu , dari anakmu…. Kasihmu tak mungkin ku lupakan, cuma kadang2 aku khayal dalam arus duniawi. Tatkala nasihatmu menjadi titisan hangat ditelingaku. Tatkala aku lupa dengan nasihatmu. Dosakah aku sebagai anakmu Ibu?…Aku merintih, menangis, mengenang diri ini. Layakkah aku menjadi anakmu?…Kau senantiasa mendo’akan kesejahteraanku. Do’amu tak pernah putus walau aku lena dalam tidurku. Sholatmu senantiasa berakhir dengan do’a untukku. Suaraku tak pernah hilang ditelingamu.Kasih sayangmu tak pernah reput ditelan zaman. Namun anakmu ini sering lupa akan itu. Layakkah aku jadi anakmu?…Air mata ini menitis tatkala aku terkenangkan mu, Ibu. Kasihmu sungguh murni tak terbanding kasihku untukmu. Layakkah aku dipanggil anakmu? Tatkala aku bersedih ,kau senantiasa disisi, menenangkan puterimu ini. Tatkala aku menangis, meratapi kehilangan permintaanku, kau senantiasa disisi memujukku. Tatkala aku memeberontak mahukan sesuatu, tanganmu pantas mencarinya untukku. Mampukah aku melakukan semua itu tatkala kau pula memerlukanku? Jika tidak, layakkah aku menjadi anakmu, Ibu? Ibu, mengapa nasibmu sebegini?…mendapat anak sepertiku ? Layakkah aku dipanggil anakmu, Ibu ? Ibu sudikah kau menerima anakmu ini?…Kau sesali diri ini..Semakin melupakanmu. Layakkah aku dipanggil anakmu , Ibu?…Kata2 mu sering menenangkanku suatu ketika dahulu. Menyejukkan hati yang sedang gundah gulana. Memadamkan api yang sedang marak menyala. Menyapu air mata yang bergelimang dipipiku. Kini, tatkala aku telah dewasa. Aku mulai lupa akan kata2 mu. Nasihatmu aku lempar, Kasihmu kubiarkan terapung dilautan. Panggilanmu kusahut dengan amarah. Ibu, layakkah aku dipanggil anakmu?…maafkanlah anakmu ini, maafkan dosa anakmu ini. Ku sujud mohon ampun darimu, Ibu. Syukurku kupanjatkan karena aku masih berpeluang menemuimu lagi. Syukur kuucapkan karena aku masih berpeluang memelukmu lagi. Syukur kulafazkan karena aku masih berpeluang merasa kasih sayangmu lagi.Kasihmu sungguh suci, sayangmu sungguh murni. Kasihmu amat berarti. Ya Allah, kau tetapkanlah aku dijalan Mu…agar ku tak lupa asal usulku…moga ku tak lupa siapa yang membesarkanku. Moga dirimu, Ibu kan kekal dihatiku. Ibu, akanku gembirakanmu, akanku tebus kesilapanku. Akan ku kikis salutan yang menutup pintu hatiku selama ini. Akan ku campak bisikan syaitan yang ingin menggoda anakmu ini. Semua untukmu , Ibu. Layakkah aku menjadi anakmu dengan cara ini?…Sudikah kau memaafkan anakmu ini?

Minggu, 17 Januari 2010

MARI RENUNGKAN BERSAMA

Wednesday, januari 17, 2009

MARI RENUNGKAN BERSAMA

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.

Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.

Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.

Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya dan mengingat Anda dalam doa-doanya.

Senyum tidak hanya akan menampilkan wajah yang cerah, namun juga menghangatkan jiwa.

Cinta itu angkuh dan lembut. Lebih baik memiliki cinta daripada memiliki semua bintang di langit.

Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.

Rasa takut bukanlah untuk dinikmati, tetapi untuk dihadapi.

Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.

Lidah anda yang menentukan siapa anda.

Diantara isi rumah tangga, anak-anaklah yang terbaik.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.

Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.
Kasih Sayang Rasulullah


Suatu ketika Rasululah sedang memimpin shalat jama'ah. Tidak seperti biasa, kali ini sujudnya panjang sekali. Para sahabat yang berada dibelakangnya mulai resah, terpikir oleh mereka pasti ada sesuatu yang menimpa pada Rasulullah. Ketika shalat usia, mereka be
rtanya tentang hal tersebut. Nabi menjelaskan bahwa ketika ia sedang bersujud, tiba-tiba Hasan dan Husain cucunya naik ke atas punggungnya. Ia tak segera berdiri sampai sang cucu turun sendiri. Ia khawatir bila ia paksakan berdiri sang cucu akan terjatuh ke lantai.

Di lain waktu Rasulullah sedang berkhutbah. Di tengah khutbahnya tiba-tiba sang cucu berlari menuju ke mimbar. Rasulullah turun dari mimbarnya dan menyambut kedatangan cucunya sembari memberi isyarat agar sang cucu kembali tenang. Tak lama kemudian Rasulullah melanjutkan khutbahnya.

Rasulullah adalah manusia yang dipilih Allah dengan sifat yang penuh dengan kasih sayang. Sifat kasihnya tidak terbatas hanya untuk anggota keluarganya, tapi melingkupi seluruh manusia.

Suatu ketika ada seorang ibu sedang menggendong anaknya. Tiba-tiba Rasulullah mendekat dan ingin memangkunya. Maka beralihlah sang anak dari pangkuan ibu kepada pangkuan Rasulullah. Tak disangka-sangka sang anak itu kencing hingga membasahi jubah Rasulullah. Melihat kejadian itu sang ibu langsung merenggut sang anak dari tangan Rasulullah. Sambil mengumpat, sang ibu tak lupa memukul pantat sang anak. Rasulullah mencegahnya, tapi sang ibu tetap memaksa. Atas kejadian tersebut Rasulullah mengingatkan bahwa kotornya jubah bisa dicuci di rumah, tapi kemarahan ibu tetap akan membekas dalam hati sang anak sampai ia menginjak dewasa, dapatkan ibu membersihkannya?

Begitulah sosok manusia yang bernama Muhammad. Beliau tak ingin seorangpun yang terluka hatinya, kecewa, sedih, marah, dan benci kepada sesamanya. Beliau ingin memberikan yang terbaik kepada orang lain, dengan sekuat daya dan kemampuannya. Menyayangi keluarga, istri, anak atau cucu, itu hal biasa. Binatang buas sekalipun memberikan kasih sayangnya kepada anggota keluarganya. Macan tetap menyusui anaknya, demikian pula binatang buas lainnya.

Untuk itu Rasulullah bersabda:
Tidak sempurna iman kalian sehingga kalian saling berkasih sayang. Para sahabat berkata: Kami sudah saling kasih sayang. Nabi bersabda: "Bahwa
sayang yang dimaksud di sini bukan saja sayang sekadar kepada salah seorang temannya, dalam ruang lingkup terbatas, tetapi sayang (yang dimaksud) adalah sayang yang bersifat menyeluruh. (HR. Ath-Thabrani)

Karenanya ia mengajari manusia untuk bersikap lembut dan kasih sayang kepada semua yang melata di muka bumi. Beliau bersabda:
Sayangilah orang-orang yang ada di bumi, niscaya kamu disayang oleh orang yang di langit (yakni para malaikat). (HR. Thabrani)

Bukankah hidup kita di dunia ini atas kasih sayang Allah? Tanpa kasih sayang-Nya tak mungkin kita bisa hidup dan menikmati kehidupan seperti saat
ini. Udara disiapkan secara gratis, tanpa ada tagihan rekening. Air disediakn melimpah untuk siapa saja. Matahari, bulan, bintang, dan bumi yang kita injak ini adalah berkat rahmat Allah swt. Sedikit saja rahmat Allah dicabut, hidup kita sangat sengsara. Saluran nafas kita diberi sumbatan sedikit saja sudah kalang kabut hidup kita. Belum lagi jika denyut jantung kita dihentikan sejenak, maka matilah kita.

Suatu ketika 'Aisyah menceritakan kepada Rasulullah saw sebuah peristiwa yang baru saja dilihatnya. Ia melihat seorang ibu dengan dua orang anaknya yang sedang kelaparan. Dalam keadaan seperti itu seseorang memberikan tiga potong roti. Dua diberikan kepada anaknya sedangkan yang sepotong disisakan untuk dirinya. Karena kelaparan sang anak langsung melahap dan menghabiskannya. Tak tega terhadap keinginan kedua anaknya tersebut, sepotong roti bagiannya dibagi dua untuk mereka. Sang ibu rela kelaparan demi anak-anaknya. Setelah mendengar cerita tersebut, beliau bersabda: Kasih sayang Allahkepada hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu yang baru anda ceritakan tadi. Sang ibu yang dikisahkan oleh 'Aisyah itu benar-benar telah menghayati nilai kasih sayang. Ia telah meresapi nilai kasih sayang Tuhan, yang dimplementasikan kepada anak-anaknya. Namun demikian, kasih sayang Allah jauh melebihi demonstrasi kasih sayang ibu tersebut. Atas kasih sayang-Nya kita hidup, dengan kasih sayang-Nya pula kita dapat menikmati kehidupan dunia, dan insya-Allah akan menikmati pula kehidupan akherat, suatu kehidupan yang sesungguhnya. Rasulullah sayang membenci orang-orang yang bersifat kasar, tak berperasaan. Beliau bersabda:
Bahwasanya sejauh-jauh manusia dengan Allah ialah orang-orang yang keras hatinya. (HR. At-Tirmidzi)

Sebagai Rasul yang membawa ajaran baru, beliau tentu saja menghadapi tantangan dan permusuhan yang sangat berat. Caki maki, hinaan, teror mental
dan fisik, serta kejaran musuh, serta ancaman pembunuhan selalu menyertai kehidupannya. Akan tetapi dalam menghadapi mereka, Rasululah justru diperintahkan untuk tetap bersikap lemah lembut. Beliau berpantang untuk bersikap keras. Allah berfirman: "Maka disebabkan rahmat Allah, kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka." (QS. Ali Imraan: 159)

Itulah sebanya, ketika beliau berniat hijrah ke Thaif, disambut hujan batu dan pengusiran yang sangat kejam, beliau tetap bersikap lemah lembut. Tak
sedikitpun kemarahan nampak pada wajahnya. Ketika Malaikat Jibril datang menawarkan bantuan untuk menghancurkan bani Thaif dengan batu-batu gunung, beliau justru menjawab:
"Allahummahdii qaumii fainnahum laa ya'lamuun, Ya Allah, berilah kaumku petunjuk, sebab mereka belum mengerti." Bani Thaif ketika itu belumlah
menjadi kaumnya, bahkan mereka saat itu adalah musuhnya. Akan tetapi dalam do'anya, beliau menyebut mereka sebagai kaumnya. Itulah bentuk kasih sayang Rasulullah yang besar kepada ummat manusia.

Sesungguhnya sifat kasih sayang itu ada dalam jiwa manusia. Besar kecilnya tergantung kepada setiap individu untuk menumbuhkan dan merawatnya. Ada orang-orang yang berhasil membesarkannya, tapi banyak yang gagal sehingga kasih sayangnya tertutupi oleh rasa benci, sombong, dan ambisinya Sebagaimana sifat-sifat yang lain, sifat kasih sayang hendaknya juga dilatih.

Pertama, dengan mengasah kepekaan sosial. Tumbuhkan rasa simpati dan empati kepada sesama. Kedua, ulurkan tangan, berikanlah bantuan kepada orang-orang yang lemah dan memerlukan bantuan. Ketiga, hiasi penampilan dengan seyum yang manis, perangai yang halus, dan perilaku yang menyenangkan. Keempat, jaga lisan dari kata-kata kasar, kotor, dan menyakitkan perasaan. Lebih baik diam jika tidak bisa berkata manis dan menyenangkan. Dengan empat langkah di atas, insya-Allah kita tampil menawan, penuh pesona dan wibawa.

Selasa, 27 Oktober 2009


Kecerdasan Buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti contoh: Pengenalan Obyek/Muka, bermain sepak bola.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.

'Kecerdasan buatan' ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tapi juga mengkonstruksinya.

Tidak ada definisi yang memuaskan untuk 'kecerdasan':

  1. kecerdasan: kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan menggunakannya
  2. atau kecerdasan yaitu apa yang diukur oleh sebuah 'Test Kecerdasan'